Jumat, 25 Desember 2015

Pengembara Bintang


__I trod interstellar space, exalted by the knowledge that I was bound on vast adventure, where, at the end, I would find all the cosmic formulae and have made clear to me the ultimate secret of the universe __


Darrel Standing seorang terpidana yang tertangkap tangan ketika membunuh rekan kerjanya Profesor Haskell. Dia dihukum penjara seumur hidup di penjara San Quentin, California.  Dalam masa hukumannya selama delapan tahun, selama lima tahun Darrel dikurung dalam suatu tempat terpencil dan terpisah dari siapa pun. Selama masa hukumannya sebagai narapidana, Standing harus menerima siksaan fisik dari sipir dan kepala penjara. Siksaan terberat adalah di ikat dalam “The Jacket” selama berada dalam sel isolasi tersebut. 


The Jacket adalah pakaian yang biasa dikenakan oleh tahanan rumah sakit jiwa. Bahan dari jacket tersebut adalah kain kanvas kasar yang bisa diikat sedemikian rupa sehingga seluruh badan tidak bisa bergerak dan susah untuk bernafas. Semua ini dialami oleh Standing karena tuduhan sipir yang menganggap Standing dan para narapidana lain menyembunyikan dinamit untuk meledakkan penjara. 


Jack London dalam buku karangannya yang berjudul “Star Rover” yang diterbitkan sekitar seratus tahun yang lalu (1915) menceritakan tentang pengalaman Darrel Standing dalam penjara San Quentin. Kisah ini dituturkan begitu komplek namun memiliki kejutan dan cara penulisan yang sangat unik. Dengan judul “Star Rover” atau dalam terjemahan bebas adalah “Pengembara Bintang” seolah sangat jauh korelasinya, sangat antonim. Tapi jangan terburu menilai dari judul aneh dan gaya tutur bahasa Inggris yang sukar dimengerti, mari kita lanjutkan cerita tentang Darrel Standing...


Terikat kencang dalam Jacket yang sangat ketat pada awalnya membuat Standing tersiksa  luar biasa. Delapan jam saja bisa membuat mental seseorang hancur. Ed Morrell, sesama narapida San Quentin menceritakan tentang pengalamannya yang unik ketika berada dalam Jacket. Morrell bercerita dalam suatu titik tertentu, dia merasa jiwanya terlepas meninggalkan tubuh dan tidak lagi merasakan sakit oleh ikatan Jacket yang menyesakkan.


Suatu saat Standing mendapat hukuman sepuluh hari dalam siksaan Jacket. Inilah saatnya Standing mencoba untuk merasakan apa yang diceritakan oleh Morrell, lambat laun siksaan dalam Jacket membuat satu persatu anggota tubuhnya mati rasa. Pada saat seluruh badannya sudah tidak merasakan sakit lagi, Standing sukar membedakan kesadaran atau khayalan. Berbeda dari cerita Morrell, Standing bukan saja terlepas dari tubuhnya yang terikat kencang dalam Jacket,  namun terbang jauh keluar menembus tembok penjara San Quentin. Menembus langit malam melampui Samudra Pasifik dan Gurun Nevada.


Standing terbang melampaui angkasa, bermain diantara bintang dengan baju seperti malaikat kecil dengan tongkat kaca. Terbang dengan ujung tongkat yang menyentuh setiap bintang yang dilalui, melampaui segala batas pengetahuan dan waktu. Seolah rahasia semesta terbuka jelas. 


Pada lain kesempatan Standing hidup sebagai seorang bangsawan Perancis abad pertengahan bernama Count Guillaume de Saint-Maure. Seorang ahli pedang yang jatuh cinta pada Duchess Philippa, seorang janda cantik nan anggun. Guillaume harus bertarung dengan pedang hidup dan mati karena skandal cinta tersebut. Lain waktu Standing menjadi Jesse Fancher, seorang bocah dalam kelompok pengungsi  di Utah, 1857. Dia menjadi salah satu tokoh yang terbunuh dalam kisah sejarah Mountain Meadow Massacre. Atau menjadi  seorang pertapa Mesir pada abad ke-empat. 


Kisah Standing terkadang romantis dan eksotis, seperti ketika dia menjadi Adam Strang, seorang penjelajah Inggris pada sekitar tahun 1550-1650. Adam Strang terdampar di Korea dan menjalin cinta dengan adik kaisar Korea, Lady Om. Lady Om adalah sosok puteri negeri Timur yang digambarkan sempurna, berparas cantik dengan bola mata yang bulat besar, perilaku yang tegas, memiliki karisma puteri raja dan setia pada orang yang dicintainya. Lady Om rela diasingkan dalam negerinya sendiri dan hidup dalam kesusahan sampai empat puluh tahun demi menemani Adam Strang. 


Standing pernah menjadi Ragnar Lodbrog seorang Centurion Roma berkebangsaan Viking. Hidup menjadi abdi Ponsius Pilatus dan jatuh cinta pada adik dari istri Ponsius Pilatus. Jauh sebelum Dan Brown membuat cerita yang menghebohkan tentang kisah Yesus Kristus yang  berbeda dari Alkitab. Jack London dalam buku Star Rover bercerita tentang bagaimana adik istri Ponsius Pilatus memaksa Ragnar untuk membantu dia membebaskan Yesus Kristus yang ditawan dalam kekuasaan Ponsius Pilatus. Suatu kisah yang tidak akan ditemui dalam Alkitab.


Darrel Standing menjelma menjadi berbagai macam tokoh dari berbagai macam jaman, kisah ini telah mengilhami salah satu film hollywood dengan judul “The Jacket” pada tahun 2005 yang dibintangi oleh Adrien Brody, Keira Knightley dan Daniel Craig. Kiasan rasa tersiksa dalam The Jacket juga dituangkan dalam lirik lagu terkenal dari band America, The All-American Rejects dengan judul “Straitjacket Feeling” .


Dalam kisah Star Rover,  Jack London seolah menggabungkan beberapa cerita yang berbeda dalam ilusi seorang tokoh fiktif bernama Darrel Standing. Sedangkan masing-masing cerita memiliki dunianya sendiri. Pada jaman sekarang konsep cerita di dalam cerita sudah tidak asing lagi dalam berbagai film , novel atau komik. Namun Jack London sudah mampu menulis buku seperti ini dalam Star Rover seratus tahun lalu! Walaupun demikian, Jack London bukanlah orang pertama yang mencetuskan konsep ilusi. Jauh beribu tahun yang lalu Siddhartha Gautama pendiri Buddhisme memiliki pandangan bahwa hidup adalah suatu ilusi belaka. Pengertian ini pun didapat dari paham filosofis para penghuni sungai Hindus (cikal bakal agama Hindu).


Pencapaian manusia ternyata begitu hebat, jauh sebelum apa yang pernah kita pikirkan. Semakin kita mencari maka semakin sadar bahwa masih banyak yang kita tidak mengerti. Kadang kita merasa yang paling benar, tanpa memperdulikan fakta. Seorang yang memiliki argumen yang baik bukanlah orang yang bisa mati-matian membela pendapatnya. Namun seseorang yang memiliki argumen yang tidak terbantahkan.



Pengetahuan bukan berasal dari apa yang kita paham, tapi berasal dari kesadaran akan ketidak tahuan kita.